Advertisement

Jumat, Desember 04, 2009

Sejarah Kota Pangkalpinang

Kota Pangkal Pinang adalah salah satu Daerah Pemerintahan Kota di Indonesia yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus merupakan ibukota Provinsi. Kota ini terletak di bagian timur Pulau Bangka. Kota Pangkalpinang terbagi dalam 5 kecamatan yaitu Taman Sari, Rangkui, Pangkalbalam, Bukit Intan dan Gerunggang. Memiliki wilayah seluas 118,408 km2 dan jumlah penduduk berdasarkan Susenas 2005 sebanyak 146.161 jiwa dengan kepadatan 1.737 jiwa/km2. Saat ini dipimpin oleh Walikota Drs.H.Zulkarnain Karim, MM yang telah menjabat untuk periode kedua (2008-2013) sebelumnya telah menjabat untuk periode pertama 2003-2008. Sungai Rangkui membelah kota yang berjulukan BERARTI (BERsih, Aman, Rapi, Tertib, Indah) ini. Kota ini berpusat di Jalan Merdeka sebagai titik nol kilometer kota.

Lahirnya Pangkalpinang dengan status Kota Kecil ialah pada tahun 1956 berdasarkan UU Darurat No 6 Tahun 1956 yang meliputi dua gemeente yaitu gemeente Pangkalpinang dan Gemeentee Gabek dengan luas 31,7 Km2 dan ditetapkan pula Pangkalpinang sebagai Ibukotanya. Sebagai pejabat Walikota yang pertama adalah R. Supardi Suwardjo (alm)., patih d/p Kantor Residen Bangka Balitung. Pada tanggal 20 November 1956 kedudukanya diganti oleh Achmad Basirun (alm) sebagai penjabat walikota dan kemudian diganti oleh Rd. Abdulah (alm) pad tanggal 15 Desember 1956.

Berdasarkan UU No.18 Tahun 1965 status Kotapraja dirubah menjadi Kotamdya. dengan keputusan Presiden RI tanggal 21 Februari 1967 no UP/10/I/M-220, M Saleh Zainudin diganti oleh Drs Rustam Effendi (alm) sebagai walikota dengan 5 (lima) orang anggota Badan Pemerintahan Harian sebagai pembantu dalam menjalankan pemerintahan.

Populasi Kota Pangkalpinang kebanyakan dibentuk oleh etnis Melayu dan etnis Cina suku Hakka yang datang dari Guangzhou. Ditambah sejumlah suku pendatang seperti Batak, Minangkabau, Palembang, Sunda, Jawa, Madura, Banjar, Bugis, Manado, Flores dan Ambon.

Kota Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan, pusat pemerintahan kota di Kelurahan Bukit Intan, dan pusat pemerintahan provinsi dan instansi vertikal di Kelurahan Air Itam. Kantor pusat PT Timah, Tbk juga berada di sini. Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung.

Selasa, Desember 01, 2009

Pesona Pulau Lepar Kabupaten Bangka Selatan

Jika anda berkunjung ke Pulau Bangka jangan lupa berkunjung ke Pulau Lepar yang terletak di ujung selatan Pulau Bangka. Penduduk Pulau ini tersebar pada 3 (tiga) desa, yaitu Desa Penutuk, Tanjung Sangkar dan Tanjung Labu. Ekosistem padang lamun di Pulau Lepar merupakan ekosistem padang lamun terluas di Pulau Bangka. Padang lamun di Pulau ini tersebar di perairan dangkal sekitar Desa Penutuk dan Desa Tanjung Sangkar, sedangkan Desa Tanjung Labu merupakan kawasan terumbu karang. Selain memiliki potensi yang besar dibidang perairan disekitarnya, Pulau Lepar juga memiliki potensi bahan tambang timah yang mulai marak digarap oleh masyarakat dan para pendatang sejak tahun 2005 – 2007. Selain itu terdapat juga perkebunan sawit yang dimiliki oleh swasta dan saat ini masyarakat pun mulai berkebun sawit.

Pulau Lepar merupakan Pulau terbesar dari Pulau-Pulau kecil di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara administrasi Pulau Lepar terletak di Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan. Pulau ini terletak pada posisi geografis 02o57’00” LS dan 106o48’36” BT dengan luas 25.416,380 ha (Pulau terbesar di Kabupaten Bangka Selatan). Topografi Pulau Lepar berbentuk sedikit datar dan banyak berbukit-bukit.

Kecamatan Lepar Pongok berpusat pada Desa Tanjung Labu. Desa ini terdiri dari 2050 jiwa dengan luas 47,460 km2 (Kecamatan Lepar Pongok dalam angka, 2007). Masyarakat desa ini berprofesi sebagai nelayan dan petani. Jika berjalan diantara rumah-rumah penduduk akan kita temui tumpukan pecahan karang yang biasanya digunakan masyarakat sebagai pondasi rumah. Ini menggambarkan bahwa kawasan laut di desa ini banyak terdapat karang. Harga pecahan karang memang lebih murah dibandingkan batu granit yang biasa digunakan untuk pondasi rumah. Selain itu, proses pengerjaan untuk mendapatkan pecahan karang jauh lebih mudah jika dibandingkan memecah batu granit. Dari pantai desa ini kita dapat melihat Pulau Pongok yang jika menggunakan perahu nelayan setempat membutuhkan waktu 1,5 – 2 jam.

Kamis, November 26, 2009

Jajanan Pasar Mambo Pangkalpinang

Buat yang sudah pernah ke Pulau Bangka, rasanya belum komplit jika belum bertandang ke Pasar Mambo Pangkal Pinang, Letaknya tidak jauh dari Masjid Jami Pangkal Pinang, kawasan pasar lama ini beberapa tahun lalu pernah dipugar untuk dijadikan kawasan wisata makanan, karena disini semua makanan khas Pulau Bangka tersedia.

Jika Anda berkunjung ke Kota Pangkalpinang ibu kota provinsi Bangka Belitung, tempat-tempat yang agak ramai sampai jam 10 malam adalah Pasar Mambo, disana terdapat banyak warung Jajanan seperti Mpek-mpek, Selada, Otak-otak,Martabak dan sebagainya, tempat ini hampir sama dengan Kesawan Square di Kota Medan Hanya saja Lingkupnya yang kecil, ada tempat lain yang umum dikunjungi Sepanjang Jalan Sudirman (Kampung Katak), Simpang Lampu Merah depan BCA jika berniat makan Otak-otak bakar.

Dulu di tahun 1970 -1980 lokasi yang ramai dikunjungi umumnya kawasan sekitar bioskop, saat itu bioskop masih beroperasi seperti Bioskop MARAS di Jl Sudirman (Kampung Katak), Bioskop Banteng, dekat Klenteng/Pasarbaru, Bioskop Garuda, Bioskop Surya, kini semua itu telah tutup. Bioskop Banteng hanya tinggal bangunan tua yang tak terawat hingga kini. Disekitar gedung bioskop tersebut telah dikelilingi jajanan khas Bangka.

Senin, November 23, 2009

One Man One Tree in Tanjung Berikat Village

Forest area of Indonesia which has 120.3 million hectares is believed to be able to absorb emissions significantly. However, deforestation and forest degradation in Indonesia is also considered as a source of carbon emissions because the CO2 released into the atmosphere. In good forest conditions, forest resources and useful as a store of carbon emissions or absorbent Greenhouse Gas (Grk). However, the forest conditions that are less good, regarded as a source of carbon emissions because the CO2 released into the atmosphere. According to the Stern Report, deforestation contributes 18% of the total world emissions Grk, and 75% are from developing countries.

Threat and environmental problems facing mankind today is global warming and climate change. Indonesia has an important role in global climate change issues by providing environmental services in the form of absorption of carbon emissions from existing forests. Government of Indonesia through the Forestry ministry to take steps to control climate change and global warming with the movement of one man one tree. Let's participate to the success of the movement one man one tree for a better life.

The Indonesian government targets, in 2009 Indonesia was the nation able to plant as many as 230 million trees. In order to meet the target of planting one tree, the Indonesian people have to work and strive to awaken and develop the participation of the widest. By calculating the per person, then individually, in families, groups, RT, RW, Village, Sub-District, District, Regional, Local Government to participate must be sought to planting trees. We must start from ourselves, we start from our own environment, we start from now, ONE MAN ONE TREE!

Movement tree planting and maintenance should continue to be promoted and carried out continuously in the growing season each year. Within 5 to 10 years, the Indonesian people will enjoy the beautiful green earth serial Indonesia.

Forestry Department made various efforts to participate in controlling climate change and global warming. Effort involving all components of this nation, in principle, is to reproduce the trees and plants that reproduce the absorption of elements harmful gases, and preserving existing forests. Forestry Department effort to do the tree planting on a large scale and maintain the integrity of forest ecosystems, among others with:

* HTI program, until the year 2009 has been embedded in the tree area of 4.2 million ha of the targeted 5 million ha.
* Gerhan program until the year 2009 has been embedded in the tree area of 3.7 million ha of the targeted 5 million ha.
* Expansion and Intensification Program Forest until the year 2009 has been planted 1.7 million ha of the targeted 2 million ha.
* Forest Plantation Development of the People until the year 2015 with a target of 5.4 million ha.
* Forest Village until the year 2015 with a target of 2.1 million ha,
* Community Forest until the year 2015 with a target of 2.1 million ha.

The next step, the Ministry of Forestry invites people of all components simultaneously planting activities nationwide that have begun since 2007 with a target of 79 million trees, and in 2008 with a target of 100 million trees. Realization, the targets were exceeded. Trees that had grown beyond the proclaimed goals. Planting simultaneously nationwide in 2007 realized 86.9 million trees. Women's Movement and Maintain Planting Trees in 2007 as many as 10 million stems, realized 14.1 million stems. Simultaneously Planting Movement 100 million trees in 2008 has been realized as much as 109 million stems (more than 100%). Planting Movement and the Women's Food Security Program (GPT-PKP) was also realized more than 100% ie 5,083,467 of 5,010,000 plan stems from the rod. Similarly, partnership with various religious organizations in planting trees, has planted 700 million trees.

Kamis, November 19, 2009

Hijau Tani Ceria Desa Teretang

Buat pengunjung blog cyberbangka, kali ini saya akan membahas tentang Desa terentang yang terletak di kabupaten bangka tengah. Di desa ini terdapat gabungan kelompok tani (GaPokTan) yang diketuai oleh Bapak Isroni. Gapoktan ini terbentuk dari program Departemen Pertanian bangka-belitung yaitu Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan atau disingkat dengan nama PUAP. .

Gapoktan yang ada di desa Terentang kabupaten bangka tengah ini bernama Hijau Tani Ceria. Hijau Tani Ceria ini mengelolah penjualan pupuk, bibit, serta pestisida untuk pertanian. Gapoktan ini mengalami perkembangan yang sangat luar biasa sehingga mendapatkan penghargaan sebagai Gapoktan Terbaik pada provinsi bangka belitung.

Acara penghargaan untuk para petani ini berlangsung dari tanggal 14 Agustus – 19 Agustus 2009. Selama acara tersebut berlangsung ketua gapoktan mengatakan banyak sekali dapat pengetahuan baru dalam usaha gapoktan ini. Acara ini berlangsung dengan sangat meriah dengan dihadiri banyak tamu undangan.

Gapoktan Hijau Tani Ceria mewakili bangka belitung untuk mendapatkan penghargaan dari presiden Republik Indonesia. Gapoktan Hijau Tani Ceria diwakili oleh bapak Isroni selaku ketua dari Gapoktan Hijau Tani Ceria Desa Terentang, serta di dampingi oleh pendamping dari dinas pertanian yaitu Heri SP.

Cukup sekian dulu mengenai Gapoktan Desa Terentang. Untuk informasi terbaru akan segera di posting lagi di blog ini. Jangan lupa ya untuk mampir lagi kesini, ditunggu lho...

Kamis, November 12, 2009

Please visit Thailand

Thailand is doing a major overhaul of its visa system. The overhaul has been going on for the last year, but every month new regulations are enforced meaning that Western tourists coming to Thailand are going to have more restrictions and be able to stay in the country for a shorter period of time. The delightfully chaotic Thai capital, Bangkok wows visitors with its magnificent temples, such as Wat Phra Kaeo; mega-malls along Rama I Road; and great dining options, from swish restaurants to street stalls. Bangkok has a lot to offer visitors in the way of rejuvenation. Visit one of the many luxurious spas or traditional Thai massage houses after a long day of shopping and sightseeing. Ancient knowledge passed down over many generations, and lots of legendary Thai hospitality provide the perfect recipe for beautifying body and soul.

Bangkok hotels and restaurants are renowned for their exceptional cuisine, and many also offer traditional home cooking. Enlighten all of your senses at Zense, a visually stunning rooftop restaurant and bar with a breathtaking panorama. Or explore Chinatown, around Yaowarat and Charoen Krung Roads, whose many lanes are full of shops and vendors selling all types of food and other goods. Hotel Bangkok are renowned for their exceptional cuisine, and many also offer traditional home cooking.

Bangkok Accommodation or Accommodation Bangkok is the perfect base to experience all the city's colour and culture. Thailand was never colonised and thus kept its unique culture and heritage intact and this is especially evident at the city's 400 Buddhist temples. There are three principal temples in Bangkok, Wat Ratchaburana, Wat Ratchapradit and Wat Mahathat. However, it is worth taking a trip outside the main city to visit Wat Arun and the Grand Palace, located on opposite banks of the Chao Phraya River, at Thon Buri. Wat Arun, also known as the Temple of the Dawn, contains five prangs, or towers, covered in thousands of pieces of multicoloured Chinese porcelain. The Grand Palace is not to be missed and the complex also contains the Temple of the Emerald Buddha.

Selasa, November 03, 2009

KKN STIE Pertiba Kunjungi Industri Kretek

MAHASISWA KKN STIE Pertiba angkatan ke-15 di Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang sempat mengunjungi industri pabrik keretek (getas) dan kricu pada 23 Agustus lalu. Di antara yang dikunjungi, pabrik getas dan kricu Adrian dan pabrik kretek Amat (Kong Liong). Kelompok mahasiswa KKN ini terdiri dari 10 orang yang juga melakukan survei dan tanya jawab kepada pengusaha, baik mengenai proses produksi dan aspek-aspek ekonomi.
Dari hasil evaluasi diketahui bahwa industri pengolahan ikan tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Namun demikian, terdapat sejumlah permasalahan dalam industri kricu, misalnya penyediakan bahan baku telur cumi yang terbatas, di mana hasil telur cumi hanya pada bulan bulan tertentu. Akibatnya dalam satu bulan efektif kerja hanya 10-15 hari.

Juga ditemui masalah bakan bakar minyak tanah yang sulit didapat meski ada alternatif elpiji namun panasnya masih belum sebanding dengan api minyak tanah. Selain itu, harga elpiji yang cenderung naik juga cukup mempengaruhi produksi. Untuk itu, para mahasiswa KKN memberikan saran diperlukannnya teknologi penggorengan yang cukup layak dengan menggunakan mesin generator yang dimodifikasi sedemikian rupa agar gas elpiji bisa menghasilkan tendangan gas yang panas dengan memakai dua pipa dari dua tabung gas dengan satu aliran ke arah tungku.

Sementara di pemasaran, jika pihak perusahaan ingin melakukan ekspansi ke provinsi lain, sebaiknya untuk nilai kemasan lebih dimodifikasi sebelum dimasukkan ke kemasan plastik pada bagian luar dapat dibuat bentuk kardus/ kotak sesuai ukuran plastik dan bagian atas tampak transparan sehingga bentuk produk terlihat dari luar sehingga memiliki tampilan cantik.

Di samping itu, disarankan kalau ketersedian telur cumi tidak terpenuhi, maka bisa dicari alternatif produk pengganti dengan ikan, semisal membuat kerupuk atau kempelang.Namun yang tak kalah penting melalui KKN ini, para mahasiswa STIE Pertiba bisa menumbuhkan pengetahuan dalam mengelola bisnis usaha pengolahan ikan guna mendorong dan mengasah bakat mahasiswa dalam memulai bisnis dan menciptakan pebisnis yang inovatif dan kreatif serta siap menyongsong masa depan.

Apalagi prospek usaha pengolahan makanan ringan hasil pengolahan laut cukup cerah di masa mendatang dan mampu menciptakan peluang usaha bagi pewirausaha baru yang berminat pada bisnis ini.

Sabtu, Oktober 24, 2009

Pantai Rebo Tunjukkan Pesonamu


Letak pantai ini di Kabupaten Bangka, Jika kita menuju sungailiat dari Pangkalpinang setelah desa kenanga ( pom bensin ke dua ) kita akan menjumpai belokan kearah kanan ( oleh masyarakat sering di sebut simpang rebo). Menelusuri jalan tersebut kira-kira 5 km kita akan sampai pada sebuah pantai yang bernama pantai Rebo. Sebelum Tambang timah inkonfensional marak dilakukan pantai ini tergolong Indah, bahkan walaupun sekarang telah berantakan akibat aktifitas TI, pantai ini masih menyisakan jejak-jejak keindahannya.

Dengan perbukitannya yang indah, menjadikan pantai ini banyak dikunjungi wisatawan berbagai penjuru. Pantai ini yang masih menyisakan keindahannya, maka perlu dilakukan pengabadian melalui dokumentasi berupa foto siapa tahu suatu ketika nanti pantai ini betambah parah, minimal kita memiliki dokumentasi sebagai bekal untuk bercerita kepada anak cucu kita nantinya kalau pantai ini memang indah.

Pesona Pantai Tikus


Pantai Tikus terletak di Desa Rebo, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Jika dilihat dari atas bukit akan terlihat sangat indah sekali. Pantai ini masih alami dan belum tersentuh oleh pembangunan infrastruktur seperti hotel, restaurant, cafe dan sebagainya. Pantai tersebut cukup menarik untuk dikunjungi. Bentuk pantainya yang cekung, berpasir putih nan halus, yang sangat memikat wisatawan untuk datang berkunjung lagi. Ditempat ini juga anda bisa memancing ikan, sambil melihat pemandangan pantai yang indah sekaligus menyalurkan hobi yang terpendam.

Pantai Tikus merupakan aset pariwisata yang tak kalah indahnya bila di bandingkan dengan daerah wisata lainnya. Pantai ini di kelilingi oleh bebukitan dan juga di lalui oleh jalan yang menyisiri sepanjang pantai, sehingga akses menuju lokasi sangat mudah. Namun kecemasanpun muncul tatkala melihat sekelompok Tambang Timah Ilegal di Sepanjang pantai. Tak diragukan lagi kerusakan aktifitas itu sangat mengurangi keindahan pantai tersebut. Bila kita punya komitmen untuk membangun Pariwisata Provinsi Bangka Belitung tentunya berkomitmen pula untuk tidak merusak lingkungan.

Jumat, Oktober 02, 2009

Cinderamata berupa kerajinan Pewter

Pulau Bangka yang sudah dikenal melalui hasil timahnya, sejak 10 tahun terakhir mulai melakukan diversifikasi produk antara lain kerajinan Pewter dengan kandungan timah tinggi. Di bawah pembinaan PT Timah dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, kerajinan Pewter di Kabupaten Bangka Batat mengalami perkembangan yang cukup berarti. Pembuatan kerajinan Pewter dimulai dengan Proses Pemanasan bahan baku yang kemudian dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Setelah pencetakan selesai maka dilakukan Finishing dan Perapian/Penghalusan Produk. Untuk pembuatan kerajinan tertentu seperti kapal layar, miniatur maupun kaligrafi, dibutuhkan estetika seni dan ketelitian yang tinggi.

Promosi Hasil Kerajinan Pewter dari Kabupaten Bangka Barat sering dilakukan baik dari Pemda Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun unit lainnya ke tingkat lokal dan nasional.

Usaha kerajinan pewter di Pangkalpinang masih kurang diminati. Padahal apabila dikembangkan secara serius usaha ini akan menjadi prospek usaha yang menjanjikan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Investasi Pangkalpinang Anwar Effendi melalui Kabid Pembinaan Disperindagves Pangkalpinang Tarmidji mengatakan penyebab usaha pewter kurang diminati karena kemauan dari masyarakat yang kurang ditambah dengan sumber daya manusia (SDM) yang kurang.
“Untuk berkecimpung di sektor ini memang masih kurang banyak peminatnya, padahal prospek usaha ini sangat menjanjikan,” ujar Tarmidji kepada Bangka Pos Group, Sabtu (2/8).

Tarmidji menjelaskan usaha pewter di Pangkalpinang baru ada lima pengrajin. Sedangkan bila dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas Kota Pangkalpinang masih kecil.

“Selain di Pangkalpinang perajin usaha ini ada di Muntok Bangka Barat sebanyak dua orang dan Bangka Tengah sebanyak satu orang. Paling tidak khusus di Pangkalpinang ini ada satu sentra usaha kerajinan pewter yang jumlahnya kurang lebih ratusan orang,” papar Tarmidji.

Upaya yang dilakukan disperindagves untuk meningkatkan usaha ini dengan menggelar pelatihan. Dengan tujuan usaha ini lebih banyak diminati. “Waktu kita lakukan pelatihan baru-baru ini, dari undangan yang kita undang rata-rata hadir. Kita harapkan dari pelatihan ini ada perajin-perajin baru yang tertarik dengan usaha ini,” tutur Tarmidji.

Disamping itu, sebagai promosi usaha kerajinan Pangkalpinang di luar daerah, disperindagves juga mengikutsertakan diri ke berbagai even pameran pariwisata. Seperti baru-baru ini di PRJ Kemayoran Jakarta dan pameran wisata se-Sumatera di Batam, Agustus ini.

“Selain pewter yang kita tampilkan, ada usaha kerajinan lain seperti anyaman dari bambu, kopiah resam, pahat-pahatan dari kayu dan banyak lagi,” katanya.

Tarmidji menambahkan, untuk sementara belum ada souvenir unggulan. “Sekarang ini apa yang bisa kita kerjakan memiliki nilai karena persaingan usaha kerajinan ini sangat ketat di luar Pulau Jawa,” imbuhnya. Untuk penilaian bagus atau tidaknya souvenir Bangka lanjutnya, tergantung dengan konsumen. “Upaya kita bagaimana mengemas souvenir itu agar tampil menarik, seperti pewter diberi sentuhan warna emas,” tambahnya.


Sumber:http://cetak.bangkapos.com
http://www.bangkabaratkab.go.id